Surat Keterangan Sehat Dan Bebas Narkoba LPDP (Dan Bebas TBC Untuk Program Luar Negeri)

Hi gaes, pada postingan kali ini aku mau berbagi pengalaman saat mempersiapkan dokumen surat keterangan sehat dan bebas narkoba lpdp. Dimulai dari nyari rumah sakit yang pas, sampai surat-suratnya jadi. Silahkan disimak dan semoga bermanfaat ya.




25 Februari 2017

I = Ibu petugas
A = Aku

I: "Mas mau buat surat keterangan buat beasiswa LPDP ke luar negeri?",
A: "Iya bu"
I: "Bukanya penutupan pendaftaranya bulan Juli? Kemarin ada yang kesini juga kaya mas. Masalahnya suratnya itu berlaku 2 bulan, kalau mas buatnya sekarang, pas penutupan pendaftaran nanti sudah nggak berlaku suratnya."
A: "Eh, bukan April ya bu??"
I: "Itu yang dalam negeri mas. Coba cek lagi deh."
A: *sibuk baca booklet LPDP*
I: "Gimana mas, bener kan bulan Juli terakhir?"
A: "Eh iya bu, yang April itu ternyata yang dalam negeri. Terus gimana nih bu? Saya udah daftar."
I: "Ya gampang. Mas balikin aja nih form pendaftaranya. Nama mas kan udah masuk sistem, nanti bulan Mei atau Juni balik lagi kesini. Kan sayang kalau sudah bikin dari sekarang ternyata pas penutupan pendaftaran suratnya sudah ngga berlaku."
A: "Iya deh bu, makasih infonya ya"

Itulah jadinya kalau kamu ngga baca dengan teliti sebuah buku panduan. Atau kamu tidak cakap mengatur waktu.


Surat keterangan sehat dan bebas narkoba merupakan salah satu syarat untuk mengikuti seleksi beasiswa LPDP 2017. Untuk tujuan kuliah dalam negeri, surat termasuk keterangan bebas narkoba, tanpa perlu surat keterangan bebas TBC. Namun untuk tujuan kuliah luar negeri harus menyertakan surat keterangan bebas TBC.

Prosesnya memang bisa dilakukan dibeberapa rumah sakit, namun untuk keperluan LPDP ini, surat keterangan harus dikeluarkan oleh rumah sakit umum pemerintah. Hasil baca-baca blog orang, ada beberapa teman yang mengurus surat keterangan sehat dan bebas narkoba di Fatmawati, ada juga yang di RSCM. Rata-rata rumah sakit besar. Dan kamu tau sendiri biayanya, hahaha.

RSUD Juga Rumah Sakit Pemerintah

Namun ada satu fakta yang aku baru ngeh. RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) juga termasuk rumah sakit umum pemerintah. Jadi nggak harus di rumah sakit besar dan sudah terkenal. Hal ini sangat penting, karena walaupun rumah sakit pemerintah di Jakarta ada banyak, belum tentu di daerah. Jadi kalo ada yang tanya bisa ngga sih bikinya di RSUD? Jawabnya bisa.

Nah sekarang waktunya memilih rumah sakit.

Rumah orang tuaku di Kebumen, rumahku di Tangerang, dan aku sendiri tinggal di Menteng Atas, Jakarta (ini penting, tau kondisi kamu). Ada beberapa rumah sakit yang bisa menjadi pertimbanganku. Hasil dari menjelajah internet, pilihannya adalah RSCM, RSUP Fatmawati, RSUD Budhi Asih. Pilihanku jatuh pada RSUD Budhi Asih.

Kenapa? Ya karena pertimbangan tempat, dan tentu saja biaya. Nanti aku breakdown semua biayanya.

Tahapan Pembuatan Surah Keterangan Sehat RSUD Budhi Asih

Untuk membuat surat keterangan sehat di rsud budhi asih ada beberapa tahapan.

  1. Tahap pertama yaitu pendaftaran. Saya ngga tau apakah ada fasilitas pendaftaran online atau ngga. Waktu itu saya datang langsung.
  2. Pada hari yang sama waktu pendaftaran langsung ambil sampel urin dan radiologi.
  3. Tahap selanjutnya adalah pengumpulan sampel sputum untuk tes TBC. Saya daftar program magister luar negeri ya, kalo kamu daftar yang dalam negeri ya ga usah.
  4. Lalu ambil laporan hasil tes-tes tersebut dibawa ke dokter yang memeriksa. Lalu keluarlah surat keterangan sehat, bebas narkoba dan bebas TBC.
rsud budhi asih gedung


Untuk yang mau tau detilnya lanjut baca ya.

Pendaftaran Medical Checkup, Sampel Urin dan Radiologi

Sabtu, 3 Juni 2017

Seperti saya ceritakan di awal, saya sudah pernah datang ke RS ini, 3 bulan yang lalu.
Aku datang pagi-pagi sekali. Jam 6 pagi, hari Sabtu (karena aku kerja Senin s/d Jumat), aku sudah dapat nomor antrian, yang ternyata loketnya bukan jam 7, dan klinik MCU buka jam 8. Jadi pas datang lagi untuk proses yang beneran, aku datang agak siangan. Waktu itu bulan puasa, jadi abis saur ngga tidur lagi.

Sebagai catatan, gedung RSUD Budhi Asih ini ada 2. Satu gedung lama, dan satu lagi gedung baru (kayaknya). Kedua gedung ini dihubungkan oleh jembatan, ngga jembatan layang juga si. Kaya jembatan dari Arion Senen ke pasar Senen lah. Menyatu sama gedungnya. Untuk proses pendaftaran MCU ada di gedung yang sebelah kanan, kalau dililhat dari jalan raya.


Proses pendaftaran ada di lantai 1. Setelah bayar pendaftaran, 15 ribu kalo ga salah, lalu disuruh ke lantai 3 poli MCU. Disana ketemu sama ibu-ibu, ditanyain MCU untuk keperluan apa. Biasanya ibunya udah apal sih kalo bilang LPDP. Sama ibunya diberi 2 lembar surat: 1 untuk keterangan sehat dan bebas tbc, satu untuk keterangan bebas narkoba. Diisi sendiri, lalu diserahkan ke ibunya lagi. Lalu ibunya memeriksa tensi kita. Isi formulir yang sudah kita serahkan sebelumnya. Ini semua di gedung yang baru ya, satu gedung sama proses pendaftaran.

Lalu semua yang daftar MCU untuk keperluan LPDP dipanggil bersamaan untuk diberi pengarahan oleh ibu yang lain. Mulai dari sini, proses selanjutnya di gedung yang lama, tinggal nyebrang lewat jembatan tadi si. Kami disuruh ke lantai 2 untuk bayar semua biaya. Setelah bayar, balik lagi ke lantai 3 untuk menyerahkan sampel urine. Lalu turun ke lantai 1 untuk radiologi rontgen. Sudah gitu doang, pulang. Dilanjutkan hari Senin.

Sampel Sputum Untuk Tes TBC

Senin, 5 Juni 2017
Setelah bersusah payah mengeluarkan dahak yang tidak ada, akhirnya saya membawa sampel dahak yang sangat sedikit. Ya gimana ya, orang ngga sakit, ya susah. Cuma ada beberapa tip di internet untuk memproduksi sputum. Kalian bisa coba, siapa tau berhasil. Aku udah coba juga si, cuma ngga berhasil. Alhasil, sampel sputum punyaku mostly saliva sih, hahaha. Tapi pas aku serahin, tetep diterima sama petugasnya. Jadi langsung bawa aja sampelnya ke loket laboratorium tempat ngumpulin sampel urin waktu hari Sabtu kemarin. Udah, pulang.

Hasil Tes Surat Keterangan Sehat, Bebas Narkoba dan Bebas TBC

Selasa, 6 Juni 2017
Hari ini mengambil hasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi. Sebenernya waktu pendaftaran itu ada yang bilang kalo ngambil hasil radiologinya hari selasa, terus balik lagi ngambil hasil lab hari Kamis, sekalian bawa hasil radiologi untuk diperiksa dokternya dan ngambil surah keterangan sehat, bebas narkoba dan bebas TBC. Tapi kok ribet ya?

Saya bersyukur tidak mengindahkan ajakan keribetan itu. Hari Selasa aku selesaikan semua prosesnya. Aku cah kerjo gaes, wektune terbatas.

Nah setelah mengambil hasil pemeriksaan lab, yaitu sampel urine dan sampel sputum. dan juga hasil radiologi, laporan tadi diserahkan ke dokter dan diperiksa. Pemeriksaanya di tempat poli MCU ya. Itu lho waktu ketemu ibu-ibu setelah proses pendaftaran. Nah setelah diperiksa dokter hasil tes-tes tadi, keluarlah surat keterangan berbadan sehat dan bebas narkoba dan bebas TBC.

Begitulah teman-teman, proses membuat surat keterangan sehat dan bebas narkoba LPDP. Semoga bermanfaat ya. Kalau ada pertanyaan, komentar aja. Atau message di Instagram atau Facebook. Semoga sukses ya.


Seto Elkahfi


Surat Keterangan Sehat Dan Bebas Narkoba LPDP (Dan Bebas TBC Untuk Program Luar Negeri)

Surat Keterangan Sehat Dan Bebas Narkoba LPDP (Dan Bebas TBC Untuk Program Luar Negeri)

Surat Keterangan Sehat Dan Bebas Narkoba LPDP (Dan Bebas TBC Untuk Program Luar Negeri)

Surat Keterangan Sehat Dan Bebas Narkoba LPDP (Dan Bebas TBC Untuk Program Luar Negeri)

Surat Keterangan Sehat Dan Bebas Narkoba LPDP (Dan Bebas TBC Untuk Program Luar Negeri)



0 comments:

Post a Comment

 

Copyright © 2010 @setoelkahfi All Rights Reserved

Design by Dzignine