Sekolah Pasar Modal: Cara Menjadi Miliarder Melalui Pasar Modal - Nasehat Warren Buffett dan Li Kha Sing

Sekolah Pasar Modal Part 1: Pesan dari Warren Buffet dan Li Ka Shing


Pada jaman dahulu kala, saat saya masih bertelanjang kaki kemana-mana, saya mengenal kata saham dari membaca kisah seorang Bill Gates. Saya membaca kisahnya dimana dia menjadi orang terkaya di dunia dari saham yang dia miliki di Microsoft. Fast forward beberapa tahun kemudian, saya berada di pasar tempat memperjualbelikan saham. Bursa Efek Jakarta, Rabu 13 April 2016.

Sekolah Pasar Modal Bursa Efek Indonesia


Adalah Sekolah Pasar Modal, program yang digagas oleh PT Bursa Efek Jakarta (selanjutnya saya tulis BEJ) yang membawa saya kesana. Tujuan program ini untuk mengedukasi masyarakat umum -yang awam tentang dunia investasi dan pasar modal- cara kerja bursa saham. Kegiatan ini dilaksanakan secara berkala, jadwal bisa dilihat di website resmi BEJ. Bagi yang tertarik bisa langsung mengikuti petunjuk cara mendaftar juga di website resmi BEJ.

Bertempat di auditorium BEJ, acara Sekolah Pasar Modal sesi ke??? itu diawali dengan sambutan dari direktur PT BEJ, bapak Nicki Hogan dan pimpinan redaksi Investor Daily dan majalah Investor, bapak Primus Dorimulu. Pada pembukaan hari perdagangan ke-69 di tahun 2016 pagi itu, IHSG berada pada level 4.853,73, naik 0.48% dari penutupan perdagangan sebelumnya.

MayBank Kim Eng


Pada sesi itu, MayBank Kim Eng menjadi broker yang mensponsori kegiatan. Teman saya yang ikut pada periode setelah saya mengatakan bahwa dia mendapat sponsor yang berbeda. Saya sendiri suka dengan warna kuning-hitam MayBank Kim Eng. Baiklah, tidak penting juga sih.

Sebelum acara sekolah pasar modal ini dimulai, para peserta di data ulang untuk melengkapi proses pembuatan rekening saham di bank masing-masing. Kalau Anda melengkapi proses pendaftaran yang telah disebutkan di website resmi BEJ, Anda tidak akan mengalami kesulitan berarti dalam pengurusan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pembukaan rekening saham. Bagaimanapun, mbak-mbak cantik dan mas-mas ganteng akan dengan senang hati membantu Anda.


Cara Menjadi Miliarder Lewat Saham


Acara dibuka oleh mas-mas-yang-saya-lupa-namanya dari Maybank Kim Eng. Dia bercerita tentang momen pertamanya membeli saham dan saham apa yang dia beli. Dia membeli saham BRI, dan menyesal. Menyesal karena dia membelinya dalam jumlah sedikit dan setelah 10 tahun nilainya naik dari 1500 per lembar saham ke 12000, nilai tertingginya. Saya curiga kalau uangnya memang hanya cukup untuk membeli saham itu dalam jumlah sedikit. OK, itu pengalaman saya pribadi deh kayaknya.

Dia-yang-saya-lupa-namanya juga membagikan tips cara menjadi miliarder lewat saham, yaitu:
1. Beli saham setiap bulan selama 20 tahun.
2. Pilih perusahaan yang sehat.

Pesan dari Warren Buffet dan Li Ka Shing


Mas-yang-saya-lupa-namanya itu memberi wejangan yang diambil dari 2 tokoh investasi terkenal: Warren Buffett dan Li Kha Sing. Dari Warren Buffett, dia mengutip:
"Be greedy when everybody is in fear and be fear when everybody is greedy"
yang dalam bahasa Jerman, terjemanhanya menjadi:
"serakaho yen wong liya wedi, wedio yen wong liya serakah"
yang dalam bahasa Indonesia artinya:
"Beli ketika orang lain takut dan jual ketika orang lain serakah"

Pada tahun 2008, pasar saham Amerika ambruk. Dan Warren Buffet seperti masuk ke toko cokelat dan memborong semuanya, karena harga sedang murah. Saya tidak tahu apakah Warren Buffet benar-benar suka cokelat atau tidak. Ada yang tahu? Yang jelas saya suka Cokelat, apalagi yang judulnya "Bendera".

Dari Li Kha Sing, dia-yang-saya-lupa-namanya mengingatkan saya kembali dengan artikel yang pernah saya baca: "Kalau Anda ingin menjadi miliarder, bagilah penghasilan Anda menjadi 5 bagian". Lima bagian itu adalah:
1. Kebutuhan hidup: 30%
2. Investasi: 25%
3. Biaya untuk berteman: 20%
4. Belajar (seminar, buku, kursus, dll): 15%
5. Jalan-jalan ke luar negeri: 10%

Tim dari Maybank Kim Eng adalah mbak Angel, mbak Lia, mbak Merry dan mbak Anna. Mas-masnya tetap dia-yang-saya-lupa-namanya.

Bersambung ke part 2.


0 comments:

Post a Comment

 

Copyright © 2010 @setoelkahfi All Rights Reserved

Design by Dzignine